Minggu, 08 April 2012

penyerapan pada tumbuhan


l) Mekanisme difusi
Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau gas (khususnya air) dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah pada jaringan tumbuhan. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple difusion),difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Laju difusi antara lain tergantung pada suhu dan densitas (kepadatan) medium. Gas berdifusi lebih cepat dibandingkan dengan zat cair, sedangkan zat padat berdifusi lebih lambat dibandingkan dengan zat cair. Molekul berukuran besar lebih lambat pergerakannya dibanding dengan molekul yang lebih kecil. Pertukaran udara melalui stomata merupakan contoh dari proses difusi. Pada siang hari terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan O2 sehingga konsentrasi O2 meningkat. Peningkatan konsentrasi O2 ini akan menyebabkan difusi O2 dari daun ke udara luar melalui stomata. Sebaliknya konsentrasi CO2 di dalam jaringan menurun (karena digunakan untuk fotosintesis) sehingga CO2 dari udara luar masuk melalui stomata. Penguapan air melalui stomata (transpirasi) juga merupakan contoh proses difusi. Di alam, angin, dan aliran air menyebarkan molekul lebih cepat dibanding dengan proses difusi.

2) Mekanisme osmosis
Osmosis (os = lubang, movea = pindah) adalah suatu proses difusi melalui membran yang bersifat semi permiabel pada salah satu dari kedua komponen larutan yang mengalami osmosis tersebut. Proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut ini terjadi dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air, yang menggambarkan  kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Dalam proses osmosis di samping komponen potensial air (PA) dan potensial tekanan (PT), masih ada komponen lain yaitu potensial osmotik (PO). Potensial osmotik dari suatu larutan lebih menyatakan status larutan. Dan status larutan dapat kita nyatakan dengan satuan konsentrasi, satuan tekanan atau satuan energi. Volume air yang besar akan memiliki kelebihan energi bebas dari pada volume yang sedikit, pada kondisi sama. Pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. Nilai potensial osmotik suatu larutan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut osmometer. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi potensial osmotik adalah sebagai berikut:
(1) Konsentrasi
(2) lonisasi molekul zat terlarut
(3) Hidrasi molekul Zat terlarut
(4) Suhu.

Rabu, 28 Maret 2012

Electron Fotosintesis


Reaksi Fotosintesis terdiri dari 5 proses pada tingkat pigmen, reaksi cahaya, transport elektron melalui tylakoid, reaksi gelap di stroma, dan proses regulasi. Secara umum, Faktor – faktor yang mempengaruhi fotosintesis yaitu:
  • ·         Cahaya
  • ·         Konsentrasi CO2
  • ·         O2
  • ·         Air
  • ·         Kandungan klorofil
  • ·         Musim
Ada dua jenis fotosistem:
·         Fotosistem I (FSI). Hal ini ditemukan terutama di membran tilakoid. Pusatnya disebut P700 reaksi karena mengandung dua molekul klorofil, yang memiliki maksimum penyerapan pada panjang gelombang 700 nm ÊŽ.
·         Fotosistem II (FSII). Terletak di Grana tersebut. Pusatnya disebut P680 reaksi karena mengandung dua molekul klorofil, yang memiliki maksimum penyerapan pada panjang gelombang 680 nm ÊŽ.
Fotosintesis adalah proses yang terjadi dalam dua tahap:
·         Fase terang: Ini akan menghasilkan perantara yang digunakan dalam fase berikutnya: ATP dan NADPH, melalui rantai transpor elektron, yang terjadi pada kasus ini, tilakoid
·         Fase gelap: Produk-produk dari reaksi cahaya digunakan untuk membentuk ikatan karbohidrat, dengan memperbaiki CO2, berkat serangkaian reaksi yang terjadi pada stroma dan yang disebut siklus Calvin.

Fase Terang
Ketika foton ditangkap oleh pigmen fotosintesis, elektron yang diangkat dari keadaan dasar ke inti, tingkat energi lebih tinggi (lolos ke keadaan tereksitasi). Setelah serangkaian reaksi redoks, energi elektron diubah menjadi ATP dan NADPH. Proses terjadi di fotolisis air di kloroplas
Secara umum, reaksi ringan terjadi dalam urutan ini:
·         Pigmen fotosintesis menangkap sinar matahari. Pigmen ini dikelompokkan bersama untuk membentuk protein khusus yang disebut fotosistem, yang terletak di membran thylakoidal dari kloroplas.
·         kemudian diikuti dengan transportasi atau aliran elektron fotosintetik: Ketika foton menabrak fotosistem, e-dilepaskan dari molekul dan sarat dengan energi foton yang akan diangkut oleh satu set protein transpor yang terletak di membran tilakoid untuk koenzim NADP + direduksi menjadi NADPH. Dalam rantai transpor elektron, dua fotosistem bekerja.

Fotofosforilasi: Ikatan pirofosfat pembentukan sebuah molekul ATP, dengan mengubah energi dari sebuah elektron dengan cahaya. Berlangsungnya fase gelap fotosintesis membutuhkan NADPH dan ATP. Menurut hipotesis kemiosmotik dari Mitchell, energi yang dilepaskan dalam transportasi e-digunakan untuk memompa proton dari ruang intratilacoidal stroma, melawan gradien. Proton kembali setelah melakukan cara yang berlawanan untuk gradien melalui kompleks enzim ATPase, yang menggunakan energi yang dilepaskan dalam transportasi dan mengubahnya untuk memfosforilasi ADP menjadi ATP. Cahaya atau fase Fotokimia dapat terjadi dalam dua cara: dengan transpor elektron asiklik atau siklik transpor elektron. Dalam asiklik yang dibutuhkan dua fotosistem, I dan II
Fase terang asiklik terjadi terutama pada organisme fotosintesis dengan oksigen, yang memiliki dua fotosistem: PSI dan PSII. Proses ini dimulai dengan kedatangan foton untuk fotosistem II, yang merangsang pigmen target (P680), yang kehilangan sebagai banyak elektron sebagai foton diserap. Setelah proses tersebut, dilanjutkan ke bagian antara elektron yang berbeda, sehingga mampu melewatinya. tahapan ini disebut skema Z. Elektron akseptor tersebut antara lain yaitu :
·         Pheophytin (Phe)
·         Plastoquinone (PQ)
·         Kompleks sitokrom b-f (cytb / f)
·         Plastocyanin (PC)
Pengukuran panjagng rantai transport elektron dapat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri. Untuk mengganti elektron yang kehilangan pigmen P680, maka terjadi hidrolisis oleh cahaya (fotolisis) air, yang melepaskan molekul oksigen. Proses ini dilakukan pada permukaan bagian dalam membran tilakoid.
Molekul di pusat reaksi mulai sangat reduktif, dan memberikan elektron ke ferredoxin, yang pada gilirannya hasil ke kompleks enzim NADP-reduktase yang mengkatalisis reduksi NADP + untuk NADPH. Akhirnya, elektron dihubungkan dalam tilakoid dengan cytb / f sehingga menciptakan perbedaan potensial elektrokimia (Mitchell hipotesis kemiosmotik) di kedua sisi membran. Hal ini menyebabkan proton keluar melalui sintase ATP dengan sintesis ATP berikutnya yang menumpuk dalam stroma (ADP fosforilasi). Di sisi lain, foton juga mempengaruhi PSI,  P700 klorofil kehilangan dua elektron kemuidan ditangkap oleh akseptor berturut-turut. Elektron yang kehilangan klorofil oleh sitokrom plastocyanin menerima bf. Akhirnya elektron lulus enzim NAD-Preductasa dan NADPH terbentuk (fotoreduksi NADP).

DAFTAR PUSTAKA JURNAL

E, Perez, Castellanos,. de Soyza, AG., dan Donart, GB. 2008. Photosynthesis and Water Use Efficiency of The Association betweeen Larrea tridentata (DC) Cov. and Muhlenbergia porteri Scribn. Jurnal Phothosynthesis of Palnts in The Chihuahuan Desert. Argentina. vol 57 (77): 297-320.
Dinakar, Challabathula., Djilianov, Dimitar., dan Bartels, Dorothea. 2011. Photosynthesis in Desiccation Tolerant Plants: Energy Metabolism and Antioxydative Stress Defense. Jurnal G Model. Germany. vol xxx: 1-13.

Selasa, 27 Maret 2012

Nutrisi Bagi Kecerdasan Anak dalam Susu Formula


AA/DHA/ARA
·         AA, kependekan dari Asam Arakhidonat (sering juga disebut ARA) adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang.  AA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, dengan asupan Omega 6 (asam Linoleat).
·         DHA (Asam Dokosaheksaenoik) adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang.  DHA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, dengan asupan Omega 3 (Asam Alfa Linolenat ).
·         AA dan DHA berfungsi untuk menunjang pertumbuhan otak dan sistem penglihatan (retina), dan keduanya merupakan asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang seperti yang terdapat dalam ASI.

Beta Karotene
·         Beta karoten adalah salah satu dari berbagai jenis karotenoid yang merupakan prekusor atau bahan baku pembentuk vitamin A.  Beta karoten banyak ditemukan di ASI.
·         Beta karoten berfungsi sebagai anti oksidan dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh.  Beta Karoten juga berfungsi dalam membantu tumbuh kembang sistem penglihatan.

FOS & GOS
·         FOS (Frukto Oligosakarida) dan GOS (Galakto Oligosakarida) adalah 2 jenis oligosakarida yang merupakan salah satu jenis prebiotik yang terdapat di ASI.  Oligosakarida sendiri adalah sejenis karbohidrat yang secara selektif di metabolisme di usus besar sehingga mampu meningkatkan jumlah bakteri baik secara alami di dalam saluran cerna. 
·         Tidak dicerna oleh enzim manusia. Menjadi makanan bagi bakteri baik sehingga jumlah bakteri baik  meningkat
·         Dengan meningkatnya pertumbuhan bakteri baik, maka fungsi saluran cerna pun semakin sehat.  Pada saluran cerna, terdapat 80% dari sistem imunitas tubuh anak. 
·         Uji klinis terhadap 1600 bayi menunjukkan bahwa komposisi FOS:GOS 1:9 dengan kadar yang signifikan (FOS 0.08gr/100 ml : GOS 0.7 gr/100ml) dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. 

Gangliosida
·         Gangliosida adalah istilah umum untuk gula yang mengandung lipid atau sel lemak, secara alami terdapat dalam ASI
·         Berfungsi untuk membantu proses komunikasi antar sel (dalam hal membantu pengolahan signal atau rangsangan).
·         Semua susu formula mengandung Gangliosida karena memang sudah ada secara alami pada susu sapi (dengan jumlah kandungan berbeda dengan ASI)

Karotenoid
·         Karotenoid adalah nutrisi yang penting untuk melindungi anak dari terjadinya infeksi, menjaga pertumbuhan yang normal dan meningkatkan ketajaman penglihatan karena merupakan bahan baku pembentuk Vitamin A.
·         Karotenoid alami terdapat dalam bentuk beta karoten, lutein dan lainnya.
·         Konsumsi karotenoid bagi anak usia 1 – 4 tahun yang dianjurkan adalah 60 – 90 mg/hari (untuk total karotenoid, termasuk beta karoten, lutein, dan lainnya).

Kolin
·         Merupakan komponen dari Vitamin B yang berfungsi untuk mencegah membran sel tidak gampang rapuh/ bocor sehingga proses regenerasi sel berjalan lancar.
·         Sel sel yang paling butuh komponen kolin adalah sel sel yang memiliki struktur lemak. Sel sel ini paling banyak terlokalisasi di membran otak (sfingomyelin dan fosfatidilkolin).
·         Itu sebabnya kolin dibutuhkan otak untuk meregenerasi/memperbaharui sel sel nya. 
·         Kolin juga dibutuhkan untuk mendukung aktifitas sistem saraf pusat dengan cara membantu proses pengiriman pesan di otak.

Lactoferin
·         Lactoferin adalah zat pengikat zat besi yang terdapat pada pecahan protein whey ASI.
·         Berguna untuk meningkatkan penyerapan zat besi dan mencegah infeksi oleh bakteri.

Laktosa
·         Laktosa, atau sering juga disebut sebagai gula susu, adalah bagian dari susu yang memberikan rasa manis dengan tingkat kemanisan lebih rendah dari sukrosa.
·         Laktosa berfungsi untuk membantu penyerapaan natrium dan kalsium.  Juga memberikan efek positif terhadap fisiologis  usus, termasuk efek prebiotik, melunakkan kotoran dan membantu mengikat air.

Laktulosa
·         Laktulosa adalah gula sintetis yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, dan dapat membantu untuk pertumbuhan lactobacillus dan bifidobacteria dalam usus besar.
·         Berfungsi untuk menyembuhkan atau mencegah konstipasi dan komplikasi hati.

Lutein
·         Lutein merupakan karotenoid, sama seperti beta-karoten. Ditemukan di berbagai jenis sayuran
·         Beberapa studi menunjukkan bahwa Lutein dapat menyembuhkan penyakit makula mata yang berhubungan dengan usia (pada usia lanjut) seperti degenerasi makula dan katarak.
·         Namun, belum ditemukan bukti klinis bahwa Lutein dapat mencegah penyakit ini serta belum ada bukti klinis tentang fungsi Lutein terhadap perkembangan sistem fungsi penglihatan balita. 

Nukleotida
·         Nukleotida merupakan struktur pembentuk inti sel - DNA dan RNA yang penting untuk perkembangan sel, fungsi-fungsi tubuh dan penggantian jaringan yang rusak. Nukleotida tersebut terdapat di semua sel tubuh. 
·         Nukleotida juga berperan dalam metabolisme sel. Nukleotida berperan penting dalan membangun kekebalan tubuh terhadap infeksi.
·         Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa anak yang diberikan ASI jarang terkena batuk, pilek, dan berbagai penyakit lain.

Omega 3
·         Omega 3 atau asam alfa linolenat adalah asam lemak esensial dan asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang, yang jika dikonsumsi bisa membantu tubuh membentuk DHA. 
·         Asam  lemak ini tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga pemenuhannya harus disuplai melalui makanan.  

Omega 6
·         Omega 6 atau asam linoleat adalah asam lemak esensial dan asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang,  yang jika dikonsumsi bisa membantu tubuh membentuk AA. 
·         Asam  lemak ini tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga pemenuhannya harus disuplai melalui makanan. 

Prebiotik
·         Prebiotik adalah serat pangan yang berfungsi secara selektif menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam usus besar.  Salah satunya adalah bifidobacteria. 
·         Prebiotik secara alami ada dalam ASI, salah satunya adalah Oligosakarida.
·         Dalam proses produksi makanan, prebiotik sangat stabil, dimana tidak terpengaruh proses produksi dan kondisi penyimpanan.
·         Memberikan manfaat yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna selain meningkatkan kemampuan penyerapan mineral secara optimal oleh tubuh dan membantu menjaga daya tahan tubuh.
·         Dengan konsumsi prebiotik, keseimbangan bakteri dalam usus meningkat, sehingga memberikan dampak yang positif pada kesehatan.

Probiotik
·         Probiotik adalah bakteri baik yang jika diberikan dalam jumlah yang signifikan, dapat membantu fungsi saluran cerna. Namun harus dicermati bahwa bakteri baik di saluran cerna jumlah banyak sekali dan terdiri dari berbagai strain atau jenis (lebih dari 500 jenis). Sehingga penambahan bakteri baik  atau konsep probiotik harus memikirkan spesifikasi strain/jenis bakteri baik.
·         Probiotik tidak terdapat secara alami pada ASI dan tidak tahan panas.

Sinbiotik
·          Sinbiotik adalah perpaduan antara prebiotik dan probiotik.
·         Berfungsi untuk mempertahankan fungsi saluran cerna.
·         Sphyngomyelin
·         Sphyngomyelin adalah sejenis lemak yang ditemukan di sel membran, terutama dijaringan saraf.
·         Berfungsi untuk membantu saraf memproses perubahan signal atau rangsangan yang diterima.
·         Semua susu formula mengandung Sphingomyelin karena memang sudah ada secara alami pada susu sapi

Sukrosa
·         Sukrosa adalah sejenis karbohidrat yang dapat memberikan rasa manis, dan merupakan sumber energi cepat untuk tubuh (dapat meningkatkan gula darah dalam waktu singkat). 

Tryptophan
·         Merupakan salah satu asam amino esensial yang turut berperan dalam proses pembentukan neurotransmitter otak, yaitu serotonin. 
·         Juga berperan dalam mengatur perilaku anak, seperti selera makan, mengenyangkan , menenangkan mood, penerimaan terhadap rasa sakit, dan ritme tidur.  Juga dapat membantu balita tidur lelap.
·         Semua susu formula mengandung Tryptophan karena memang sudah ada secara alami pada susu sapi

namun ASI IBU adalah TERBAIK